Porosnusantaranews,BALIKPAPAN — Layanan Balikpapan City Trans (Bacitra) akan memperluas jangkauan transportasi publik hingga kawasan Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara.
Perluasan tersebut menyasar wilayah Manggar dan Teritip serta Kilometer 23. Namun, penambahan rute Bacitra belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Pemerintah Kota Balikpapan masih menunggu proses serah terima atau handover pengelolaan layanan dari pemerintah pusat yang ditargetkan berlangsung pada Juli 2027.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan, setelah proses serah terima selesai, pemerintah daerah akan melanjutkan pengembangan layanan Bacitra sesuai kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Sesuai dengan agreement kemarin bahwa di bulan Juli 2027, insya Allah tahun depan, itu sudah akan dilakukan handover,” kata Fadli, Selasa (29/9/2026).
Saat ini, pengelolaan Bacitra masih berada di bawah Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan dilaksanakan dengan dukungan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur.
Menurut Fadli, Dishub Balikpapan telah menyiapkan rencana pengembangan rute setelah kewenangan layanan tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah.
“Ketika handover-nya terjadi, kita akan meneruskan rute sampai ke Manggar Balikpapan Timur dan juga ke Balikpapan Utara di Kilometer 23,” ujarnya.
Perluasan layanan tersebut, kata Fadli, tidak cukup hanya dengan memperpanjang jalur perjalanan bus. Pemerintah daerah juga harus menyiapkan simpul transportasi sebagai tempat bus berputar sekaligus mendukung perpindahan penumpang.
Karena itu, Dishub Balikpapan mencatat kebutuhan pembangunan dua terminal baru, masing-masing di kawasan Teritip dan Kilometer 23 Balikpapan Utara.
“Kita membutuhkan dua terminal baru, yaitu di Teritip dan yang satu di Kilometer 23 di Balikpapan Utara,” tuturnya.
Keberadaan terminal tersebut nantinya diharapkan tidak hanya digunakan Bacitra. Fadli mengatakan, simpul transportasi baru dapat dimanfaatkan oleh layanan bus lainnya sehingga konektivitas antarwilayah dan integrasi antarmoda di Balikpapan dapat semakin berkembang.
“Kalau kita sudah bisa siapkan simpul-simpul transportasi baru, maka bukan hanya Bacitra saja yang akan sampai ke sana, tetapi bus-bus lain pun juga bisa,” katanya.
Selain infrastruktur, Dishub juga harus menghitung kebutuhan armada tambahan. Pasalnya, jumlah bus Bacitra yang tersedia saat ini masih terbatas.
“Jadi memang PR Dishub ini bukan hanya menyiapkan atau memperpanjang rute, tapi juga akan menambah jumlah armada dan tentunya juga akan menambah jumlah terminal Tipe C yang menjadi simpul transportasi dalam rangka untuk memastikan integrasi antarmoda itu bisa berjalan dengan baik di Kota Balikpapan,” ujar Fadli.
Saat ini Bacitra memiliki 21 unit bus yang melayani dua koridor utama. Koridor I menghubungkan Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dengan Pelabuhan Semayang.
Sementara itu, Koridor II terbagi menjadi Koridor II A dan II B. Koridor II A melayani perjalanan dari Terminal Batu Ampar melalui Jalan MT Haryono, sedangkan Koridor II B melintasi Terminal Batu Ampar melalui Jalan Ahmad Yani.
Dengan rencana pengembangan tersebut, cakupan layanan Bacitra nantinya akan bergerak lebih jauh dari koridor yang saat ini beroperasi. Kawasan Balikpapan Timur hingga Manggar dan Teritip serta Balikpapan Utara hingga Kilometer 23 akan menjadi bagian dari pengembangan jaringan transportasi publik kota.
Dishub Balikpapan juga perlu memastikan kesiapan armada dan simpul transportasi sebelum perluasan dilakukan. Dengan demikian, pengembangan rute tidak hanya menambah jangkauan perjalanan, tetapi juga dapat mendukung keterhubungan layanan transportasi publik antar kawasan di Kota Balikpapan. (man)
Tulis Komentar