Iklan Dua

Aulia Titip Masa Depan Kukar Pada Generasi Muda

$rows[judul]
Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Bertahun-tahun mendatang wajah Kutai Kartanegara tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh generasi yang merayakan Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244 saat ini. Karena itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengingatkan generasi muda agar mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan daerah.

Aulia menyebut, panjangnya sejarah Tenggarong menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki peran dan tanggung jawab dalam melanjutkan perjalanan daerah.

“Usia 244 tahun ini merupakan sejarah yang panjang. Saya berharap generasi muda kita harus punya semangat untuk membangun Kutai Kartanegara, jangan bermalas-malasan,” ujar Aulia, Selasa (29/9/2026). 

Menurut Aulia, generasi muda Kukar memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil peran dalam pembangunan. Kesempatan tersebut tidak hanya berada di lingkungan pemerintahan, tetapi juga melalui pendidikan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, kebudayaan, teknologi maupun berbagai bidang lain.

Ia menilai Kukar memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan oleh generasi muda. Karena itu, anak muda tidak seharusnya hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari pihak yang menciptakan perubahan.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika melihat perjalanan sejarah Tenggarong. Kota yang kini menjadi ibu kota Kukar tersebut lahir dari keputusan besar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin atau Aji Imbut yang memindahkan pusat pemerintahan dari Pemarangan ke Tepian Pandan pada 28 September 1782. Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kota Tenggarong. 

"Maknanya, usia 244 tahun yang diperingati saat ini merupakan hasil dari perjalanan panjang yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," Jelas Aulia.

Aulia meminta generasi muda melihat sejarah tersebut sebagai sumber motivasi. Nilai keberanian, semangat membangun dan kemampuan membaca kebutuhan zaman dari para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi generasi sekarang.

“Generasi muda punya kesempatan yang sama. Potensi kita besar, tinggal bagaimana semangat itu kita gunakan untuk membangun Kutai Kartanegara,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik. Peran generasi muda dalam menjaga kebudayaan, memahami sejarah daerah dan mempertahankan karakter masyarakat Kukar juga menjadi bagian dari pembangunan.

Semangat tersebut sejalan dengan rangkaian Erau Adat Kutai yang setiap tahun mempertemukan unsur Kesultanan, pemerintah dan masyarakat. Bagi generasi muda, momentum itu dapat menjadi ruang untuk mengenal kembali kebudayaan daerah yang hidup di tengah perubahan zaman.

Aulia berharap generasi muda tidak kehilangan kepercayaan diri untuk mengambil peran. Menurutnya, masa depan Kukar pada akhirnya akan berada di tangan generasi yang hari ini sedang tumbuh dan mempersiapkan diri.

“Bangunlah Kutai Kartanegara dengan semangat yang sudah dicontohkan oleh Sultan melalui kegiatan-kegiatan kesultanan dan kebudayaan kita. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah bagian dari pembangunan,” pungkas Aulia. (Adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)