Iklan Dua

Angkot Balikpapan Bakal Masuk Jalan Lingkungan, Dishub Siapkan Integrasi Transportasi

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan menyiapkan pembagian rute angkutan kota (angkot) agar layanan transportasi umum dapat menjangkau kebutuhan masyarakat hingga ke jalan lingkungan.

Rencana tersebut menjadi bagian dari penyusunan Balikpapan Connectivity, sebuah peta jalan integrasi transportasi yang diharapkan mampu menghubungkan berbagai moda angkutan umum di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman, menjelaskan integrasi transportasi tidak bertujuan menghilangkan moda angkutan yang sudah beroperasi. Sebaliknya, seluruh moda transportasi diharapkan dapat berjalan berdampingan dan saling melengkapi.

“Pada prinsipnya tujuannya hanya satu. Semua segmen transportasi tidak ada yang dimatikan, semuanya bisa hidup bersama, berjalan berdampingan,” ujar Fadli, Jumat (23/10).

Menurut Fadli, pembagian rute nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Angkutan umum diharapkan mampu melayani berbagai kepentingan, mulai dari perjalanan menuju pasar, mengantar pelajar, hingga mendukung akses ke kawasan wisata.

Dengan pengaturan tersebut, angkot berpeluang menjangkau kawasan permukiman melalui jalan lingkungan. Namun, jalur yang dapat dilalui dan lokasi penjemputan penumpang akan diatur dalam peta jalan transportasi yang sedang disiapkan pemerintah.

Fadli memastikan angkot dapat mengambil penumpang di jalan lingkungan selama sesuai dengan pengaturan rute yang ditetapkan.

“Roadmap ini akan memberikan penjelasan jalur mana Anda bisa mengambil penumpang,” katanya.

Kelayakan Angkot Tetap Dievaluasi

Meski peluang operasional angkot diperluas, Dishub Balikpapan tetap akan mengevaluasi kendaraan yang akan beroperasi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kelayakan kendaraan berdasarkan hasil uji kendaraan bermotor atau uji KIR.

Angkot yang masih beroperasi harus memenuhi persyaratan teknis dan administrasi sesuai ketentuan. Langkah ini diperlukan untuk memastikan keselamatan penumpang sekaligus mendukung kualitas layanan transportasi umum.

Dengan demikian, rencana integrasi tidak hanya berfokus pada perluasan jangkauan pelayanan, tetapi juga memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi standar kelayakan.

Satu Kali Pembayaran untuk Dua Moda

Selain pembagian rute, Balikpapan Connectivity juga diarahkan untuk mengintegrasikan sistem pembayaran antarmoda transportasi.

Fadli menjelaskan, konsep yang disiapkan memungkinkan masyarakat menggunakan dua jenis transportasi berbeda untuk mencapai satu tujuan dengan satu kali pembayaran.

Melalui skema one payment tersebut, penumpang tidak perlu melakukan pembayaran secara terpisah setiap kali berpindah moda, sesuai mekanisme integrasi yang nantinya diterapkan.

Integrasi ini diharapkan membuat perjalanan masyarakat lebih praktis, terutama bagi penumpang yang membutuhkan lebih dari satu jenis angkutan untuk mencapai tujuan.

Dishub Balikpapan kini menyiapkan kerangka pengaturan rute dan integrasi layanan tersebut. Pelaksanaannya akan menjadi bagian dari penataan transportasi umum agar konektivitas antarkawasan semakin baik dan kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terlayani. (ADV/ Diskominfo Balikpapan)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)